MANADO,newsline.id — Di tengah dinamika dunia pers yang terus berkembang, dua nama mencuat membawa harapan baru bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara. Sintya Nidya Christin Bojoh dan Satrin Lasama resmi ditetapkan sebagai calon Ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan PWI (DKP) setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan organisasi.
Penetapan tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan penting dalam konferensi PWI Sulawesi Utara. Proses verifikasi yang dilakukan PWI Pusat memastikan setiap kandidat memiliki kapasitas dan kelayakan untuk memimpin, baik dari sisi administrasi maupun rekam jejak di dunia jurnalistik.
Sintya Bojoh hadir sebagai figur jurnalis dengan pengalaman lintas media. Perjalanan kariernya di dunia televisi hingga media daring membentuk perspektifnya tentang pentingnya adaptasi di era digital. Ia melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk membawa perubahan dalam tubuh organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya siap mengikuti seluruh tahapan dengan penuh tanggung jawab. Ini bukan sekadar kontestasi, tapi bagaimana kita membangun organisasi yang lebih profesional dan berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, Satrin Lasama tampil sebagai sosok senior dengan pengalaman panjang di organisasi. Ia telah dua periode memimpin PWI Bolaang Mongondow Utara dan terakhir menjabat sebagai Wakil Ketua PWI Sulawesi Utara. Pengalaman tersebut menjadi modal kuat dalam mengemban peran di Dewan Kehormatan.
“Saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, terutama dalam menjaga kehormatan dan integritas wartawan,” kata Satrin.
Penetapan Sintya dan Satrin bukan hanya soal siapa yang akan memimpin, tetapi juga mencerminkan arah yang akan ditempuh PWI Sulawesi Utara ke depan. Di satu sisi, ada dorongan untuk beradaptasi dan berinovasi, di sisi lain, ada komitmen menjaga nilai dan etika profesi.
Kini, keduanya bersiap menghadapi tahapan selanjutnya dalam konferensi. Dengan latar belakang yang berbeda namun saling menguatkan, Sintya Bojoh dan Satrin Lasama menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi menuju kepemimpinan yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman.(*)








