BMRnewsline.id – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).
Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja Bupati Boltara dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Jenderal Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D.
Dalam rakor tersebut, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional stabil di angka 5,12% pada kuartal II tahun ini, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20. Dari sisi harga, inflasi juga terkendali pada level 2,65% (yoy, September 2025), yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Defisit APBN aman di angka 1,56%, jauh di bawah batas PDB 3%. Ini merupakan bukti bahwa disiplin fiskal tetap kuat,” ujar Menteri Keuangan.
Ia menambahkan, perekonomian daerah secara umum tetap tumbuh positif, meski setiap wilayah memiliki tantangan dan karakteristik tersendiri. Pulau Jawa masih menjadi kontributor utama dengan share 56,9% dan pertumbuhan 5,2%, sedangkan wilayah Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi yang ditopang oleh hilirisasi industri.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa strategi peningkatan nilai tambah di daerah berhasil dan perlu dijaga agar pertumbuhannya berkelanjutan.
Menteri Keuangan juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai risiko ekonomi. Pemerintah daerah diminta untuk terus menstimulasi perekonomian melalui belanja yang cepat, tepat, dan produktif.
Perlu diinformasikan, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Boltara.








